Selasa, 13 Maret 2012

LIRIH GETIR KU ...

haruskah sebuah kekesalan hati selalu menjadi status baru
apa yang ingin kau cari dari nikmatnya aku bersenda
tak ada satupun rasa melesat dari bibir ranum hati
hanya lirihku bicara saat kau bangga ungkap apa adanya

disanalah beratus penikmat aksara menjilati gulalimu
setelah kepuasan kau ungkap kau tinggal begitu saja
akibatnya jadi apa tak pernah jadi soal buatmu
hanya lirihku kuliti getir saat kau bangga sajikan bencimu

mengapa harus jadi status baru
mengapa harus kau ungkap hati bekumu
mengapa harus kau bagi seperti menyebar dendam
mengapa tidak kamu telusuri lirihku semakin lelah

entahlah ... apa statusmu setelah notesku
akan kah menggila dan menikam sukma
banggalah menjadi gulali ditengah penikmatmu
bersyukurlah manismu selalu bisa undang simpatisan

hanya lirihku menahan getir ... mendung pun luruh



TAK INGIN JAUH DARIMU ….

Pada akar pohon tembang aksara 
tentang dahsyatnya lagu cinta
adalah jagad tentangmu tentangku tentang kita
menjadi satu ranah dimana cinta bertasbih

Rentang waktu telah menguji
egois dan amarah telah babat kesabaran
saling menikung dan menukik
tanpa kuasa diri apalah semua

kita sering dikukung oleh banyak pilihan
teman dan sahabat mengelilingi dengan gulipat pesona
siapa mau disalah bila hati salah kaprah
dan tudingan hanya sebatas pagar nurani

pintas melihatmu bak bidadari benderang
warna keemasan di tengah padang debu abu-abu
tarian rupawan memikat syahwat mata menuju limbah kata
seketika bayangmu tertutup menjadi awan menutup terik

Gegabahku telah tutupi kecantikanmu
lenaku telah membuat dirimu dilumuri lumut
tak lagi ku campakkan waktu indah bersama
semakin ku ikat dalam jalinan cinta jinggaku

Kuingin s'lalu dekatmu
Sepanjang hidupku
Membawamu
ke puncak bahagia

Kuingin s'lalu dekatmu
Nikmati mentari
Mendekapmu
di bawah cahayanya 



Senin, 12 Maret 2012

KISAH KOLOSAL HATI

kisah kolosal hati hampir temui sarangnya
setelah beratus kilometer jalan ditempuh
tikungan terjal dan kerikil tajam
telah melukai langkah letihku

sosokmu yang usang
pernah singgah di pelupuk senja
dan ketika perjalanan malam menghempaskannya
aku tak lagi menatap apalagi jemput asa

jalan panjang ini telah kulalui
tak ada sesal dan tak ada sia-sia
ku bagi perbendaharaan kata tanpa jejak
sesekali ku ukur dan ku musnahkan yang tak perlu

sebuah ritme kehidupan
di atas ikatan persaudaraan dan persahabatan
sangat indah ku tata dan ku rangkai
hanya itu pengobat rasa bilur rinduku

kisah-kisah tautan kasih
bagai tembang sehari-hari
dan hidangan empuk dalam lembar notes
ku jaga ku simpan dalam sebuah diary

kisah kolosal hati hampir temui gerbangnya
tinggal menunggu keabsahan
hati sabarku kan menantinya
entah di purnama berapakah ku temui kasihku

segala yang kumiliki kekuranganku kelebihanku
adalah paripurna kelebihanmu dan kekuranganmu
kita bagi sama adil dalam akte jalinan
tak ku kurangi, kutambahi, ku bagi dan ku kalikan





SAHABAT BINTANG KECIL ...

malam pekat tanpa bintang 
gelap menggigit sunyi
telantarkan hampa tak bertepi
ku mencarimu hingga ketiak kelam

padahal tak ada tanda turun hujan
dan gelayut mendung titiskan altarmu
angin malampun hanya mendayu
begitu malam mencekam tiada tata surya satupun

pandangan telanjangku lepas
mengukir senyum yang terulas
andaikan ada satu sinar terlepas
gurat penaku akan segera meretas

dan Allah membalas pintaku
sendiri dalam rindu yang pilu
kau hadir perlahan keluar dari balik awan
sapa khasmu percantik beranda kalbu

kaulah bintang kecilku
terangi jagad hatiku kala aku butuh teman berbagi
dengan selaras kau mampu mengisi pesona walau sejenak
pergimu sering meninggalkan berlembar tanya

tatkala aku ingin jemput ragamu
kau menghilang bagai prahara debu
sungguh... sahabat sebaik dirimu
sulit teraudisi di ratusan daftar sahabatku

inilah janjiku membuat puisi tentangmu
sebagai balas jasamu padaku yang tak bisa ditukar oleh apapun
jadilah dirimu terus menjadi bintang kecilku
yang mengawali hadir tatkala aku butuh teman berbagi

meski hadirmu tak mudah lagi kutemui
berharap kau ada tak mungkin semudah dulu
ibarat batu bintang meteor jatuhmu tak berjejak
namun sengat terangmu masih melesat jelajah gapaiku 


pergimu tinggal nama
jauhmu tinggal pusara
tabur bungaku buat sahabat terbaik
yang selalu ku ingat kebaikanmu tiada pernah tertandingi





Senin, 05 Maret 2012

DIRIMU SATU ....

lahirnya rasa ini sangat ku damba
membeku karena cinta tak pernah berpihak
mengeras karena cinta tak pernah singgah
sekalinya ku temui hanya kamuflase

dirimu adalah penantian panjang
butuh prosesi waktu tak sedikit
jalani tanpa beban tanpa sengatan dera
ku hanya sesekali singkap sunyimu melanda

tiada terpikir meminta atau memohon
mengikuti kala ceria gembiramu bersama siapapun
melirik kala sunyimu selalu jadi teman setia
atau menjamah sebuah kesempatan kalaupun ada

firasat hanyalah setengah harap
saat kita bersua kala dirimu terjerembab kepalsuan
ku coba tengahi galau dan resah yang ada
gayung pun bersambut hatipun memuja

ku ingin memilikimu utuh
tak terbagi pada siapapun dan karena apapun
ku ingin dirimu satu
membagi satu setia dalam cinta suci

cintai aku dengan hatimu
seperti aku mencintaimu
sayangi aku dengan kasihmu
seperti aku menyayangimu

kita berjalan bergandeng tangan
ku belai rambutmu dengan kelembutan
ku kecup keningmu dengan sayang
ku genggam tanganmu yang hangat
ku tatap lama wajah kekasih

elok parasmu pintar kau rawat
elok senyummu memikat sukma

Jangan kau tutup pandangku
aku sedang menyapa mimpi
yang datang bagai fatamorgana
wajahmu merona memerah

kau usap wajahku dengan mesra
kau malu aku tatap begitu
jangan jengah....sayang

nikmatku seperti tak letih
memandang mu tak jemu
mata kita beradu pandang
hati kita terpagut indah

Biarkan malam melenggang
jangan dulu usaikan perjalanan ini
kita sambut rasa bahagia
yang menari syahdu

sambil melagukan tembang rindu
yang selama ini terjalin jauh
jangan pikirkan lelahku
letihku telah sirna seketika

ku mau menjadi yang terakhir untukmu
ku mau menjadi mimpi indahmu









Minggu, 04 Maret 2012

GAYAMU OKE LAH ...



Gayamu cuek dan urakan 
Jeans belel super ketat
Rokok tiada henti bak lokomotif
Penampilan bak sineas muda

Tapi aku suka gayamu
Bicara blak-blakkan gak pakai sungkan
Wajahmu tak lah cantik
Entahlah enak aku memandangmu

Kau bukan sebritis bukan pula orang ternama
Atau orang penting di deretan undangan VVIP
Cukupah hadirmu di siang tadi membungkus decak
Dan aku senang bila kau tak pernah lupa padaku

Sapamu yang khas bikin hati deg-deg plasss
Kabarmu sudah lama karam tenggelam
Sederet prestasimu tetaplah harum
Banggaku tetap berkibar kala aktivitasmu terdiam

Rabu, 29 Februari 2012

DARI TADI .....

sejak magrib tadi hawa malam seperti mendung
tetapi hujan ditunggu kali ini ingkar janji
aku tetap asyik bermain kuas di atas kanvas
tentang gurat wajah yang tak ku kenal tapi abstrak menyapa


sejak isya tadi tetangga sebelahku ribut
biasalah soal rumah tangga apalagi kalau urusan perut
urusan tetek bengek yang tak jauh tentang pahitnya ekonomi
pasti dan selalu bantingan pintu depan yg mampu hentikan racau


sesekali konsentrasi terpecah
karena tangis anak kecil yang susah di suruh tidur
tentang kencan sepasang abg yang baru kali itu nyobain pacaran
soal obrolan cekikikan ibu-ibu yang nongkrong di bangku kayu


dari tadi suara memecah bak kaleng rombeng
riuh ramai tinggal di lingkungan dempet
siang seperti malam dan malam mirip siang
lampu jalan terangi lingkup tiap sudut gang


dari tadi ku biarkan malam terseok sendiri
ku acuh aktivitasnya buat cerita tentang apa
termasuk kisah sepasang abg yang kepergok ciuman
termasuk ibu-ibu yang keenakkan ngobrol di labrak suaminya


dari tadi aku di tengah seliwer malam
tak menyadari apapun yang terjadi
ketika seorang ibu menganiaya anak kandungnya sendiri
hingga kasusnya di bawa ke pos hansip


saking asyiknya dari tadi … melangkahi malam begitu cepatnya
meski hasil karya semakin amburadul tema lukisan tentang apa
baru kusadari lukisan ini mewakili segala cerita yang terlewat
begitu mencekam sekelam khawatir kisah yang nyaris berakhir tragis


Kamis, 23 Februari 2012

Ku Bagi Rasa Ini .....

Berbagi rasa
saatnya ku tuangkan semua
aku tak mau mendustai hati
ku ungkap apa yang telah teruntai
walau luka hatiku pernah merona
dan tertebas bahkan masih jadi luka baru
namun sesungguhnya kukatakan
telah hadir bunga baru
yang telah lama menguncup
dari deretan ilusi hati yang membisu
Hadirnya memang baru pertama
namun telah singgah mengharu biru
terukir begitu mendalam
menjelajah bagai rotasi bumi
dari catatan kaki puisiku merentang
selalu sendiri jadi tembang rindu
memang itu yang kurasa
namun aku tak kuasa menyembunyikan
dirimu selalu dalam jagad hari
saatnya ku berbagi rasa
inilah diriku yang telah bersemayam
dalam sebuah ikatan jalinan
maafkan pada raga yang merayu
maafkan pada simbah peluh yang meracau
maafkan semua... aku tak jujur melagukan
apa yang menjadi album hidupku

Rabu, 22 Februari 2012

LOVE IS ....

Cinta itu duri,
Cinta itu duka,
Cinta itu dusta,
Cinta itu nyata,
Cinta itu palsu,
Cinta itu fatamorgana.

Kadang mampu membuat orang tersenyum,
Namun, terkadang membuat orang menangis,
Cinta itu bukanlah hitam ataupun putih,
Tidak juga benar atau salah.

Cinta adalah sesuatu yang tak bisa dikendali,
Cinta itu seperti mimpi,
Cinta itu realiti

Dia datang di saat kita tak membutuhkan,
Dia pergi di saat kita mengharapkannya,
Cinta itu seperti hantu,
Datang tak di harap,
Pergi tak bisa dilarang.

Cinta juga seperti malaikat,
Datang memberi kedamaian,
Kesejukkan seperti tetesan embun pagi......

.



Sabtu, 18 Februari 2012

MENUJU RIMBA INSPIRASI ...

malam ini inspirasiku soak
melihat penjuru semangat semua teman gali potensinya

cipta karya apik yang pernah ku punya dulu
bukannya aku tak bisa entahlah mesin kata-kataku sedang macet

hanya memandang lesu di tepi dermaga
bagai kapal layar terkembang kata-kata indah terdampar

tanganku terlalu pendek tuk menggapai
pungut aneka aksara bak pasir di pantai

atau tunggu rintik gerimis jatuhkan kristal ide
hujani otak kananku semakin tipis gugah pustaka narasi


Minggu, 29 Januari 2012

TABIR RASA .... ( sebuah catatan tercecer )
















rasanya tak siap
ketahui statusmu
ada gumpal desah
ada nada kecewa
begitu pahit getir
ku berbalik
ku tak menoleh
kau memanggil
tetap tak hentikan
langkah kecil
degup jantung
pompa detak
geleng kepala
teguhkan jiwa
ku tak kembali
meski kau pinta
dengan apapun
cara bagaimanapun
pergiku disaat kau tak sadar
di saat kau tahu
aku telah jadi
kerlap-kerlip bintang
tabur bak pasir
cahya beludru malam
tabir rasa luruh
saat sinarmu membilang
tunggu di pagar lara
tanganmu menuntun
hingga letih hilang
dekap peluk sahdu
dan cinta mu tak usai
langkah terhenti
semua bungkam hening
tatapmu tusuk jantung
cekik gelora asmara
dada berdegub
pesona menikam
aku pun luput


Pondok Cabe, 29 Januari 2012