haruskah sebuah kekesalan hati selalu menjadi status baru
apa yang ingin kau cari dari nikmatnya aku bersenda
tak ada satupun rasa melesat dari bibir ranum hati
hanya lirihku bicara saat kau bangga ungkap apa adanya
disanalah beratus penikmat aksara menjilati gulalimu
setelah kepuasan kau ungkap kau tinggal begitu saja
akibatnya jadi apa tak pernah jadi soal buatmu
hanya lirihku kuliti getir saat kau bangga sajikan bencimu
mengapa harus jadi status baru
mengapa harus kau ungkap hati bekumu
mengapa harus kau bagi seperti menyebar dendam
mengapa tidak kamu telusuri lirihku semakin lelah
entahlah ... apa statusmu setelah notesku
akan kah menggila dan menikam sukma
banggalah menjadi gulali ditengah penikmatmu
bersyukurlah manismu selalu bisa undang simpatisan
hanya lirihku menahan getir ... mendung pun luruh
apa yang ingin kau cari dari nikmatnya aku bersenda
tak ada satupun rasa melesat dari bibir ranum hati
hanya lirihku bicara saat kau bangga ungkap apa adanya
disanalah beratus penikmat aksara menjilati gulalimu
setelah kepuasan kau ungkap kau tinggal begitu saja
akibatnya jadi apa tak pernah jadi soal buatmu
hanya lirihku kuliti getir saat kau bangga sajikan bencimu
mengapa harus jadi status baru
mengapa harus kau ungkap hati bekumu
mengapa harus kau bagi seperti menyebar dendam
mengapa tidak kamu telusuri lirihku semakin lelah
entahlah ... apa statusmu setelah notesku
akan kah menggila dan menikam sukma
banggalah menjadi gulali ditengah penikmatmu
bersyukurlah manismu selalu bisa undang simpatisan
hanya lirihku menahan getir ... mendung pun luruh





