Jumat, 23 Desember 2011

SEBUAH MAHLIGAI ....

Dalam mahligai rumah tangga
kasih sayang adalah segalanya
saling menyelami dan menjaga setia
demi keutuhan hati dan tanggung jawab
Menjaga rasa yang kerap berubah
kadang temukan kesepakatan kadang tidak
bagai lautan bahtera tergoyang
dan menepi untuk diperbaiki lagi
Kesabaran di tuntut tidak sepihak
tapi keduanya harus pegang janji
bukan beban dan ditanggung siapa
sama-sama mengayuh sama rasa

Mahligai akan terkoyak
pabila ada hati yang patah
karena sebuah penghianatan
paling mudah temui jalan buntu
Kekuatan apapun akan teruji
walau terasa ngilu dan nanar
sulit dipertahankan sejauh buana
akal sehatpun akan berargumen tanpa kosa
Kesetiaan apapun akan terasa janggal
Pabila diri tetap bersikukuh
Setiap hari menantang badai dan prahara
Demi keutuhan semu yang warnanya kian pudar

ku saksikan sahabatku terjerembab
dalam derita yang dia tantang sendiri
tangis yang melolongpun tak kuasa
dia hentikan dukanya
Hatinya sudah sangat terluka
namun kegetiran dia mudah hapus
karena cinta sejatinya
untuk pertahankan kokohnya mahligai

sebuah renungan
tentang pahit getirnya kehidupan
yang dijalani seorang sahabat
dia tahu….dia tidak mampu
tapi tetap ditutupnya kelemahan itu
dia merasa sanggup untuk tetap berdiri
di puing-puing kehancuran rumah tangganya
dia merasa yakin suatu saat
semua bisa didekap walau melalui mimpi

Ya Allah …terangilah jalannya
Tegarkanlah hati dan jiwanya
Dia telah menyatakan sanggup hadapi hujan badai

Engkaulah Tuhan yang Maha Kasih pelimpah hidayah
Engkau pula yang menyaksikan betapa ia sabar
Mengarungi bahtera rumah tangganya
Walau luka yang menganga ia obati sendiri
Ya Allah ….sayangi dia
Seperti dia menyayangi keluarga
Dan orang yang telah menghianatinya













Rabu, 21 Desember 2011

CATATAN MALAM



Perempuan malam di tengah larut kota
menari dengan anggunnya lantunkan tembang ketoprak
dandanan bagai pengantin semalam
meminang mata untuk lelap dalam dekap

Tangannya yang gemulai dan lekuk tubuh sintal
mengajak para lelaki mabuk berahi
melupakan masalah sepanjang hari
turut berjoget menutup usia malam

Demi lembaran rupiah
untuk hidup yang beranjak
untuk bekal yang tiada satupun tahu
apakah cukup ataukah tidak

Tak ada letih terlewati
satupun malam sia-sia
kau terus mengisi catatan hari
untuk memenuhi kebutuhan syahwat

Uang adalah segalanya
mereka tak butuh nasehat
mereka cuma butuh uangmu
dan cumbu yang tak kenal waktu

(sebuah catatan hari kelamya kehidupan di bawah jembatan by pass, Jakarta Timur )