menari dengan anggunnya lantunkan tembang ketoprak
dandanan bagai pengantin semalam
meminang mata untuk lelap dalam dekap
Tangannya yang gemulai dan lekuk tubuh sintal
mengajak para lelaki mabuk berahi
melupakan masalah sepanjang hari
turut berjoget menutup usia malam
Demi lembaran rupiah
untuk hidup yang beranjak
untuk bekal yang tiada satupun tahu
apakah cukup ataukah tidak
Tak ada letih terlewati
satupun malam sia-sia
kau terus mengisi catatan hari
untuk memenuhi kebutuhan syahwat
Uang adalah segalanya
mereka tak butuh nasehat
mereka cuma butuh uangmu
dan cumbu yang tak kenal waktu
(sebuah catatan hari kelamya kehidupan di bawah jembatan by pass, Jakarta Timur )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar